Cerita Dewasa : DIPERKOSA RAME - RAME Part 2


Ak pun tak menghiraukannya dan bergegas masuk ke mobil lalu tancap gas. Namun sepanjang perjalanan, aku terus memikirkan ucapan mahasiswa tadi. Jujur saja aku kagum akan keberanian dan kejujurannya. Aku suka cowok yang gentleman. Apalagi tampang Rico juga oke menurutku.

Saat bekerja pun aku juga jadi tidak fokus. Aku menjadi horny dengan keberanian Rico. "Tadi gua marah2, sekarang kok malah jd horny sih?", pikirku gelisah. Aku sampai bolak balik kamar mandi untuk bermasturbasi. Tapi walaupun sudah klimaks berkali-kali tetap saja aku merasa tidak puas. Justru aku semakin horny dan penasaran terhadap Rico.

Akhirnya aku memutuskan untuk menerima ajakan Rico bertemu di tempat tadi sepulang kerja. Singkat cerita, waktu sudah menunjukkan pukul 17.00. Saatnya pulang. Akupun buru-buru karena takut Rico sudah tidak ada di lokasi tadi. Aku pacu mobilku sekencang mungkin. " Rico, please jangan pergi dulu ya. Loe gak lupa kan kalau tadi ngajak gua ketemuan..", gumamku dalam hati.

Sesampainya di lokasi, hatiku senang bercampur horny. Langsung saja kuhampiri Rico yang ternyata menungguku seorang diri. Dia pun setengah tidak percaya dengan kedatanganku. Mungkin dia kira aku masih marah dengannya.

"Rico, kamu horny kan sama aku? Ayo ML.", pintaku.

"Serius mbak? Kok mbak tiba-tiba mau? Padahal tadi pagi nampar saya.", ucapnya seakan tak percaya.

Akupun langsung mengutarakan tentang kekagumanku terhadapnya. "Kamu berani banget, mbak suka. Baru kali ini ada cowok seberani kamu. Kalau cowok lain biasanya pakai modus dulu. Mbak jadi horny.", bisikku kepadanya seraya tanganku memijat lembut bagian penisnya yang sudah mengeras.

Dia pun langsung bercerita mengapa dirinya bisa sampai seberani itu terhadapku. Namun aku lupa dengan apa yang dia bicarakan karena saat itu aku sibuk memijat dan mengelus-elus bagian penisnya dari luar. Pikiranku sudah kacau dan ingin segera ditusuk oleh penisnya.

Karena sudah tak sabar, aku langsung menarik tangan Rico dan kutuntun menuju mobilku. " Nih, kamu yang nyetir. Sebelum kita ML, mbak punya hadiah spesial buat kamu.", ucapku.

"Hadiah apa mbak?", tanya Rico heran.

" Udah buruan, gak usah banyak nanya!", jawabku yang memang sudah tak sabar.
Akhirnya Rico pun mengemudikan mobilku dan aku duduk di sampingnya. Kusuruh ia putar balik menuju sebuah hotel yang berjarak sekitar 5 km.

Di tengah perjalanan, aku langsung menundukkan kepalaku dan kubuka retsleting celana Rico. "Lho mbak, mau ngapain?", tanya Rico kaget.

"Ini hadiah yang mbak janjiin tadi. Udah kamu fokus nyetir aja, mbak pengen main-main dulu sama ini", kataku seraya mengocok penisnya yang sudah kukeluarkan dari balik celana.
Bersambung...

DIPERKOSA RAME - RAME Part 3
Ditunggu ya update-nya

CERITA POPULER