Cerita Dewasa : DIPERKOSA RAME - RAME Part 1

Hai, perkenalkan namaku Amel. Nama lengkapku dirahasiain aja ya. Malu nih! Hehehe. Lewat tulisan ini aku pengen berbagi tentang pengalaman seks-ku ketika diperkosa rame-rame oleh segerombolan mahasiswa. Bisa saja aku melaporkan mereka ke Polisi, namun apa daya karena akupun sangat menikmati perlakuan mereka kepadaku. Aku sampai dibuat lemas bergelinjangan oleh mereka.

Ceritanya begini. Saat itu adalah Hari Senin. Sekitar pukul tujuh pagi aku sudah keluar rumah untuk mampir sebentar di tempat fotokopian dan dilanjutkan dengan berangkat ke kantor. Aku bekerja sebagai marketing agen properti. Kebetulan pagi itu ada beberapa berkas yang harus aku copy. Singkat cerita, sampailah aku di tempat fotokopi yang jaraknya sekitar 1 km dari rumahku. Aku memarkirkan mobilku kemudian masuk ke tempat fotokopi tersebut.

Penjaga tempat fotokopi tersebut terus mencuri pandang kepadaku. Maklum saja, pagi itu aku berangkat kerja mengenakan pakaian yang sedikit menggoda. Aku memakai tanktop ketat warna putih dibalut dengan celana jeans bersepatu high heels. Ya, inilah kebiasaanku. Aku selalu berangkat ke kantor hanya bermodalkan tanktop. Sebab aku mencuci baju kerjaku menggunakan jasa laundry antar jemput. Jasa laundry tersebut mengantar jemput pakaian kerja kotorku di kantor. Jadi aku baru ganti baju kerja setelah sampai di kantor. Orang kantor sih sudah biasa dengan kebiasaanku ini.

Aku berumur 21 tahun, tinggi 162 cm, postur proporsional, dan berkulit sawo matang. Aku memiliki dua tato kecil di bagian tengkuk dan pinggang. Karena itu aku sangat suka memakai tanktop sebab aku ingin setiap lelaki memandangku. Aku punya toket yang sedang-sedang saja. Tidak besar, tidak kecil. Namun aku sangat bangga memiliki toket seperti ini karena bentuknya bulat dan padat.

Singkat cerita, usai fotokopi aku pun bergegas menuju mobil untuk berangkat ke kantor. Namun sebelum masuk ke mobil, aku dipanggil oleh salah satu mahasiswa yang kebetulan lagi nongkrong di dekat situ. "Mbak, ML yuk!", begitu teriaknya. Mendengar teriakan itu, aku pun langsung menoleh ke arahnya. Aku kesal bukan main, dan aku menghampirinya. "Eh, kalo ngomong yang sopan ya!", aku membentaknya.

Bentakanku ternyata hanya disambut senyum oleh mahasiswa tersebut. Aku kesal bukan main hingga tak kusadari bagian perut tanktopku terangkat sehingga terlihat jelas perutku yang rata dan mulus. Tato di bagian pinggang pun nampak jelas.

Lalu tiba-tiba mahasiswa itu berbisik di telingaku, "Saya horny liat mbak. Mbak seksi banget.". Secara reflek aku langsung menampar mulutnya lalu kutinggalkan dia menuju mobil. Saat membuka pintu mobil, dia cepat menghampiriku dan berkata, "Nama saya Rico mbak, saya tunggu nanti sore sepulang kerja di sini".

Bersambung......

DIPERKOSA RAME - RAME Part 2

CERITA POPULER