Wednesday, May 25, 2011

Skandal di Rumah Lisa PART 2

“Bang Said nakal ih, hayo tutup matanya!” sambil berkata demikian Lisa merapatkan tubuh bugilnya ke Said dan menutup mata Said, dengan telapak tangannya.

“Aduh non nggak kelihatan nih!” Said berlagak memprotes tindakan Lisa sambil pura-pura merentangkan tangannya meraba apa yang ada di depan.

Karena matanya ditutup oleh tangan Lisa, dan juga sengaja pura-pura, lengan Said menyenggol tubuh mulus Lisa dan menyentuh payudara Lisa.

“Aw…cunihin ih…pegang-pegang, nanti Lisa telanjangin lho!”

Mendapat ancaman seperti itu, Said menjadi lebih nakal lagi, lalu dia memilin puting payudara Lisa dan tangan yang satu lagi tiba-tiba meraba bulu kemaluan Lisa dan jari itu bergesekan dengan kelamin Lisa.

“Aow nakal yah. Awas ya Bang, Lisa laporin ntar!”

“Saya siap dihukum sama non Lisa. Nih telanjangin deh” ungkap Said sambil memasrahkan dirinya untuk ditelanjangi oleh Lisa yang cantik dan molek itu.

“Auoww non pelan-pelan dong, copot nih kontol abang!” rupanya dengan nakal Lisa meremas penis bang Said dan menariknya.

“Hehehe tapi enak kan, bang?”

Lisa melepaskan kaitan celana pendek bang Said dan diturunkannya celana pendek yang kusam itu berbarengan dengan cdnya. Kini bang Said sudah polos di bagian bawahnya, nampak penis yang hitam itu sudah mengeras dan kencang sekali.

“Karena bang Said nakal, kontolnya Lisa tarik nih” Lisa menggenggam batang penis itu dan meremasnya.

Kali ini Said tidak mau kalah, ia pun meraba dan meremas puting payudara Lisa, sehingga gadis itu merasa geli

“ouww nakal yah, hayo angkat tangannya ke atas.” Said mengikuti perkataan Lisa, dan dengan segera Lisa mengangkat kaos yang dekil itu dan melucutinya lepas dari tubuhnya yang padat dan kekar itu.

Kini tubuh kedua manusia itu sudah polos total. Said terpana melihat keindahan tubuh muda dan segar, indah dan mulus milik Lisa yang cantik itu. Sedangkan Lisa, begitu kagum akan besarnya batang penis Said yang sudah berdiri tegak dan kencang itu. Kemudian Lisa menarik tangan Said dan menggiringnya menuju ranjangnya. Lisa sudah berbaring pasrah di atas ranjangnya, membuka pahanya lebar-lebar dan merentangkan tangannya. Said sangat bernafsu dan tergiur akan keindahan tubuh bugil Lisa yang siap untuk dinikmati. Tanpa ragu lagi Said naik ke atas ranjang itu dan menindih tubuh Lisa yang bugil. Tubuh mereka kini sudah melekat erat, bibir mereka sudah berpagutan mesra. Mereka berguling-gulingan penuh luapan birahi di atas ranjang itu. Tangan Said terus meremasi lekuk tubuh bugil Lisa yang indah, mempermainkan payudara yang montok dan mengelus bibir vagina Lisa. Sedangkan Lisa terus meremasi batang penis besar dan tegak serta mengelus buah pelir yang mengantung itu. Lisa menyerahkan tubuh putih mulusnya kepada bang Said yang hitam dan jelek itu.

Nampak Lisa mengerang ketika payudaranya diemut dan dihisap penuh nafsu oleh Said, apalagi ketika jari Said menerobos lubang vagina Lisa.

“Oooouuuggghhh ennakk bang!” desahnya sambil meremas kepala pria itu

Bang Said terus mempermainkan lidahnya di atas perut Lisa yang rata, mulus dan kencang itu. Hal itu membuat Lisa tambah terangsang hingga akhirnya pasrah pada Said yang mampu memberikan kenikmatan ragawi itu.

“Bang, entot Lisa…..masukin kontolnya ke memek Lisa” tanpa malu lagi Lisa meminta supaya Said memasukkan penisnya ke liang senggamanya.

Dengan penuh nafsu, Lisa membentangkan pahanya, sehingga Said dapat melihat vaginanya yang merah merekah dan sudah becek itu.

“Iya nih, abang juga sudah ngebet pengen ngentot sama non Lisa. Abang masukin yah” sambil berkata demikian, Said memegang penisnya yang besar dan diarahkan ke liang vagina itu.

Perlahan-lahan dimasukkannya penis yang besar itu membelah vagina sempit milik Lisa dan didorongnya kuat-kual.

“Ooouuugh bang…ennaaakkk ssekallii..ehhssss..”

Mata Lisa yang sipit mendadak mendelik, merasakan nikmatnya sodokan penis Said masuk sepenuhnya ke dalam liang senggamanya.

“Non Lisa, memeknya ennakk bangeett. Seemmppiitt!!.”

Said merasakan penisnya bagai diremas-remas dinding vagina Lisa yang sempit dan lembut itu. Sedangkan Lisa merasakan, lubang senggamanya penuh dijejali oleh penis yang besar itu. Setelah mendiamkan barang beberapa saat, Said mulai memaju mundurkan penisnya di dalam vagina Lisa. Ditarik dan ditekannya penis itu menerobos liang vagina Lisa, membuat gadis itu tambah kencang mengerang dan mendesah penuh nikmat.

“Aagghhh…uuggssshhh…oooghhh” terdengar erangan Lisa saat Bang Said mengenjot dengan penuh nafsu.

Sambil mengenjotnya kuat-kuat, Said juga meremas kedua payudara montok dan memilin kedua putingnya itu. Lisa sangat menikmati persetubuhan interacial itu, meskipun dengan lelaki jelek, hitam dan dari kalangan tukang. Ia sangat mendambakan penis besar dan panjang yang bisa membawanya terbang dalam kenikmatan. Setiap kali Said menekan pantatnya ke bawah, Lisa menyambutnya dengan menaikkan pantatnya dan mengoyangkannya. Ketika Lisa memutar pantatnya, Said merintih merasakan nikmat yang luar biasa.

“Ennaakkksss nonn…eehhhgg.” akhirnya yang kini terdengar di kamar Lisa adalah desahan nikmat diikuti erangan yang begitu mesra karena persetubuhan itu.

Hampir sekitar 30 menit, vagina Lisa digenjot dengan buasnya oleh penis Said yang perkasa. Sudah 2x pula, Lisa mengalami orgasmenya. Setelah sekian lama mengenjot vagina itu, kini Said yang akan mengalami orgasme. Dan akhirnya,

“Ouugghhh…saya keluar noonnn. Egghh.”

Crooott…ccrroott. Said melepaskan spermanya yang kental dan banyak itu di dalam rahim Lisa sambil membenamkan penisnya dalam-dalam di rongga vaginanya.

“Eegghhh Liisssaa..kkee..llluuaarr laagii ehhkkkssss.” tak lama kemudian Lisa mengangkat pantatnya menyambut sodokan penis Said, dan untuk ketiga kalinya Lisa mencapai klimaksnya. Lisa dan bang Said tampak lemas, setelah mereka melepas kenikmatan satu sama lain. Tubuh Said masih menindih tubuh Lisa, dan penisnya masih menancap di dalam vagina Lisa. Beberapa menit kemudian, Lisa bangkit dan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Said pun menyusul Lisa ke kamar mandi itu. Awalnya mereka membersihkan tubuh masing-masing, lalu saling raba dan remas tubuh pasangannya. Dan akhirnya, di kamar mandi itu kembali mereka bergumul penuh nafsu. Said kembali menggenjot Lisa dengan berbagai macam gaya, kadang doggy-style, WOT, MOT sampai mereka benar-benar puas. Lisa pasrah saja diperlakukan seperti itu, karena dia pun merasakan nikmat yang luar biasa dari Said. Sekitar jam 11an siang, Lisa dengan mengenakan rok mini dan kaos pendek tanpa lengan, meninggalkan rumahnya untuk pergi ke sekolah dan ke rumah Hans. Lisa sudah janjian bertemu dengan seorang temannya, Cathy, di sekolah untuk mengembalikan baju yang ditawarkan oleh Cathy. Di sekolah itu, Cathy dikenal sebagai murid yang memiliki bakat dari orang tuanya yang adalah pedagang. Cathy, meskipun anak orang berada, tidak mau mengandalkan orang tuanya. Untuk itu, dia belajar mencari uang dengan berjualan baju dan menawarkannya kepada teman-temannya. Untungnya, baju yang ditawarkan Cathy memang bagus kualitasnya dan modis, sehingga banyak teman-teman yang menyukainya. Kebetulan, baju yang di ambil Lisa agak sempit di sekitar dadanya dan ia ingin mengganti dengan ukuran yang lebih besar. Sesampainya di sekolah, Lisa melihat ada 3 mobil temannya yang diparkir di luar gedung sekolah. Lisa mengenali itu adalah mobil Shelly, Tasya dan Erni. Lisa berpikir pastilah anak-anak ekskul cheerleader itu sedang latihan, mereka memang sering kumpul untuk latihan kalau liburan pendek seperti hari ini. Lisa kemudian memarkir mobilnya agak ujung, di tempat yang kosong, lalu turun dari mobilnya. Ia berpikir, kenapa sepi sekali keadaan di luar sekolahnya. Pak Amir yang biasanya jadi tukang parkir tidak ada di tempat. Dia pun melihat beberapa gerobak makanan yang tanpa penjualnya. Ada 3 gerobak makanan yang kelihatannya ditinggal oleh penjualnya. Hanya ada seorang bapak tua penjual cendol yang tampaknya sedang menjagai gerobak-gerobak kosong dekatnya.

“Permisi pak. Sepi amat Pak? Pada kemana nih penjualnya?” Lisa bertanya kepada bapak tua penjual cendol.

“Iya nih neng, lagi pada ke dalam, katanya diminta bantuannya sebetar. Saya diminta tungguin sebentar. Tapi lumayan juga, nih saya dikasih uang seratus ribu buat jagain dagangan ini.”

Lisa kemudian bertanya: “Lha itu ada mobil teman saya. Kemana yah mereka?”

“Iya neng, itu tadi cewek-cewek itu yang manggil mereka. Katanya mau ngomongin hal penting di dalam”

“Iya deh kalo gitu saya masuk dulu. Oh iya tolong cendolnya yah pak, 5 bungkus aja deh. Nanti saya ambil. Nih uangnya pak.” Lisa menyodorkan uang sebesar 30ribu rupiah untuk membayar cendol itu.

Setelahnya Lisa masuk ke sekolah itu. Ia mengerti, karena ini hari libur pasti gedung sekolah dikunci oleh satpam. Tetapi Lisa tidak menjumpai satpam yang bertugas menjaga pintu gerbang sekolah itu. Lisa pun paham kalau sedang libur begini, hanya ada satu ruangan dari bagian sekolah ini yang dibuka. Ruangan itu menjadi tempat istirahat para satpam dan biasanya digunakan juga untuk tempat memasak air, membuat kopi / teh  atau merebuh mie instan. Luas ruangan itu sekitar 5x6m dan di dalamnya ada kamar mandi dan wc. Ketika Lisa sampai di depan ruangan yang agak tua itu, ia merasa agak aneh karena telinganya menangkap ada sesuatu yang aneh dari sana. Lisa berpikir, kenapa di dalam ruangan itu ada banyak suara orang yang mendesah dan mengerang. Ia berniat untuk mengintip lewat jendela samping, apa yang terjadi di dalam. Perlahan-lahan Lisa mendekatkan wajahnya ke jendela yang terbuka itu dan melihat aktivitas yang sedang berlangsung di dalam ruangan itu. Dan…astaga, Lisa sampai menutup mulutnya yang ternganga dengan tangan karena kaget. Di dalam sana ia melihat Shelly, Tasya, Erni dan dua temannya lagi Verni dan Mira sudah dalam keadaan telanjang ataupun setengah telanjang sedang disetubuhi oleh orang-orang kasar di sekitar sekolah ini. Shelly sedang digenjot oleh bp Amir, yang usianya sekitar 53 tahun, yang adalah tukang parkir di sekolah ini. Pada tubuhnya hanya tersisa kaos ketat cheerleader yang sudah terangkat sehingga payudaranya tersingkap, ia berpegangan pada wastafel dalam posisi berdiri sementara pria setengah baya itu menggenjotnya dari belakang sambil menggerayangi tubuhnya. Sementara dekatnya, Tasya yang bertubuh mungil, dalam keadaan nungging sedang digenjot oleh seorang anak muda yang usianya sekitar 23 th, yang berkulit hitam dan dekil, yang biasanya bekerja sebagai pedagang roti keliling. Di atas sebuah bangku, Erni yang berdada montok itu sedang berada di atas pangkuan Pak Kadir, berusia 48 th, penjual ketoprak, dalam posisi berhadapan. Tubuh Erni terlihat naik turun di atas pangkuan pria itu yang asyik mengenyoti dadanya. Verni, yang blasteran Chinese-Belanda itu, sedang terbaring di lantai dan disetubuhi dengan begitu buas oleh bang Ijul yang berusia sekitar 34 tahun, yang adalah tukang rujak serut. Pria itu menaikkan kedua paha Verni ke bahunya sambil meremasi payudaranya. Dan terakhir Mira, anak dari seorang konglomerat, sedang duduk di sebuah bangku dengan paha terbuka dan vaginanya dijilati oleh Pak Sanot, berusia sekitar 46 tahun yang bekerja menjadi satpam di sekolah mereka. Sementara di sampingnya berdirilah Pak Amien, petugas kebersihan sekolah berumur 65 tahun, sedang dioral penisnya oleh Mira yang tampak sangat menikmatinya. Tubuh kelima cheerleader yang begitu mulus dan indah itu terus digenjot dengan begitu buas oleh keenam lelaki yang kasar itu. Erangan dari dalam ruangan itu menggambarkan betapa mereka dikuasai oleh nafsu birahi yang begitu hebat. Lisa terperangah kagum menyaksikan pemandangan pesta seks seliar itu. Menyaksikan proses persetubuhan itu, lama kelamaan ia pun diliputi nafsu birahi. Perlahan-lahan Lisa menggesek-gesekkan telapak tangannya ke arah vaginanya yang masih tertutup celana dalam dan jarinya menekan ke dalam liang vaginanya. Lisa menikmati sekali onaninya sambil menyaksikan pesta birahi di dalam ruangan itu.

Cerita Populer