Dina Sinta : "Dasar Anak SMP"

Hai, Dina balik lagi nih. Kali ini, Dina mau cerita tentang pengalaman seks Dina yang baru. Kejadianya baru aja terjadi kemarin Minggu, 22 Mei 2011. Oke, langsung aja ya.

Jadi gini, kemarin itu ( Minggu ), aku lagi jalan - jalan di sebuah mall ternama di kota 'S'. Waktu aku lagi istirahat di food court, tiba - tiba ada anak kira - kira seumuran SMP mendekatiku. Dia tanya, " mbak, boleh kenalan ga?". "Gila, masih SMP kok udah berani ngajak kenalan gua?", pikirku.

"Hmmm, boleh aja dik.", jawabku.
"Kenalin, nama saya Dion, mbak siapa?", tanya anak itu.
"Aku Dina, kamu umur berapa sih?", tanyaku.
"14 Tahun, mbak. Kenapa?", jawabnya.
"Oh, gapapa kok.", aku bales jawab.

Akhirnya kami ngobrol - ngobrol cukup lama. Setelah asyik ngobrol, aku pun pamit pulang. Tapi, sebelum keluar mall, aku mampir dulu ke toilet untuk buang air kecil. Setelah buang air kecil, aku pun merapikan pakaianku di depan kaca toilet.

Tiba - tiba ada seseorang yang memeluk aku dari belakang. Aku kaget bukan main! Ternyata orang itu adalah anak SMP tadi. Rupanya ia membuntuti aku daritadi. Dengan sedikit marah, aku pun bertanya pada anak itu, "Ngapain kamu di sini? Kamu buntutin kakak ya?".

"Iya kak, maaf. Abis kakak tuh nafsuin banget! Makanya kak, kalo pake baju tuh jangan ketat - ketat gitu donk.", jawab anak itu.
"Kurang ajar nih anak.", pikirku.
"Terus, mau kamu apa?", tanyaku.
"Ajarin saya donk kak.", jawabnya.

Setelah aku tanya lebih dalam, ternyata dia minta diajarin ML! "Gila, masa' gua gituan ma anak SMP?", pikirku.

Tapi setelah aku pikir - pikir, apa salahnya aku ajarin dia. Toh aku juga belum pernah merasakan sensasi ML dengan anak SMP. Seperti yang pernah aku ceritakan pada kisah sebelumnya, aku memang belum pernah ML. Tapi entah kenapa kali aku ingin melepas keperawananku bersama anak SMP ini.

Kebetulan suasanya toilet sedang sepi, maka aku langsung menarik Dion masuk ke dalam salah satu ruangan toilet. Saat di dalam ruangan, Dion hanya terdiam dan terduduk di kloset melihat perlakuanku. "Udah, kamu diam aja!", perintahku.

Aku segera melepas jaket dan kaosku. Jadi, sekarang aku topless. Dion pun segera berusaha memegang payudaraku yang menggantung indah. "Eits, jangan pegang - pegang! Belum waktunya.", cegahku. Dion pun hanya bisa menuruti perintahku.

Aku pun menyuruh Dion membuka celananya. Setelah celananya terbuka, aku segera berlutut di hadapanya. Aku pegang penisnya yang masih kecil itu. Aku pijat lembut, lalu aku kulum, sedot, dan kumainkan dengan mulutku. 

"Arrgghhh, mmmgghhh, ooghhhhh..", desah Dion.
"Dasar masih SMP, baru diginiin aja udah desah ga karuan.", pikirku sambil terus menjilati penisnya.

Setelah puas menjilati penis Dion yang sudah berdiri tegak, akhirnya akupun melepas celanaku dan duduk di pangkuanya. 

"Udah siap kan?", tanyaku.
Dion pun hanya bisa mengangguk. Aku tau dia tidak bisa berkata apa - apa karena kenikmatan yang ia dapatkan dari aku. Akupun segera memasukan penisnya di vaginaku.

Namun, karena ini pertama kalinya aku ML, penis yang memang tidak terlalu besar itu pun sulit masuk ke dalam vaginaku yang masih rapat. Setelah beberapa kali mencoba, akhirnya penisnya menancap seluruhnya di vaginaku. Dan memang betul, rasanya sangatlah nikmat.

"Mgghhhhhhhhh...", suara napas kami bersamaan saat penis itu menancap di vaginaku.
Aku langsung melancarkan aksi selanjutnya, yaitu bergerak naik turun seperti orang sedang menunggangi kuda. Benar - benar dahsyat rasanya ! Apalagi sewaktu aku melakukan gerakan 'ngebor', sumpah rasanya seperti melayang tinggi.

"Argghhhhh...arghhhhh...ughhhhhh...", desah kami berdua.
"Dion, sekarang kamu boleh mainin dada mbak pake tangan kamu.", perintahku.

Tanpa basa basi, ia segera meremas dadaku. Dan sensasinya menjadi semakin nikmat, sungguh nikmat. Tanpa kusuruh lagi, ia sudah menjilati payudaraku yang padat itu. Aku semakin menggelinjang tak tertahankan.

"Mgghhhhh....Mbak, aku dah ga kuat!", teriak Dion lirih.
"Iya, mbak juga. Kamu tahan bentar, biar mbak yang keluar duluan.", jawabku.

Beberapa saat kemudian, aku pun mengalami orgasme pertamaku. Tubuhku langsung bergetar tak beraturan.
"aghhh...ogghhhhh..mgghhhhh...", desahku sambil memeluk lemas tubuh Dion.

Setelah 5 menit aku hanya bisa terdiam lemas menikmati orgasmeku di pelukan Dion, ia pun mulai protes.
"Mbak, saya belum keluar nih, kok diem aja.", tanyanya.
"Bentar donk, ga sabaran banget sih. Masih lemes nih gua!", jawabku.

Setelah mendapatkan cukup tenaga, aku melanjutkan lagi kegiatanku menunggang kuda.

Sekitar 3 menit kemudian, tiba - tiba Dion berteriak pelan padaku, "Udah ga kuat kak!".

Aku pun segera mencabut penisnya dari vaginaku dan berlutut lagi di hadapanya. Aku kocok penis itu sambil kuarahkan ke mulutku. Tiba-tiba, "crooooooot...", keluarlah cairan dari penis itu. Semua cairan itu berhasil masuk ke mulutku. Untung tak ada yang meleleh ke wajahku karena bisa merusak make up. Setelah keluar semua, aku langsung telan sperma itu. Dion pun hanya bisa lemas terduduk di kloset itu.

"Udah kan? Mbak tinggal dulu.", ucapku pada Dion yang masih duduk lemas di kloset.
"Iya kak, makasih bgt ya.", jawabnya.

Aku langsung mengenakan pakaian dan kutinggalkan anak itu di dalam toilet wanita yang memang sedang sepi itu.

CERITA POPULER